Press "Enter" to skip to content

Harta Berharga Bernama Keluarga

Kita tentu ingat lirik laku berjudul Harta Berharga. Ini adalah lagu tema dari serial televisi Keluarga Cemara, yang populer di era 1990-an, yang kemudian dibuat versi layar lebarnya tahun 2018. Arswendo Atmowiloto adalah sosok yang merajut lirik lagu tersebut.

Keluarga Cemara menceritakan nilai-nilai berharga yang didapatkan di dalam keluarga. Kehidupan keluarga yang sederhana tidak mengurangi nilai dan makna dari keluarga itu sendiri. Di dalam keluargalah kita belajar tentang mencintai, nilai-nilai hidup, karakter, saling peduli dan berkorban, berbakti, serta hal-hal baik lainnya.

Di dalam keluarga juga kita merasakan kehangatan dan keberterimaan. Terkadang ketika kita berada di sekolah ataupun tempat kerja, kita mendapatkan banyak masalah dan tantangan.

Namun, saat kembali ke rumah, kehadiran keluarga memberikan kita kehangatan dan kelegaan, dan kita pun siap untuk kembali menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan ini.

Inilah idealnya keluarga, harta berharga yang sangat bernilai dan sulit untuk digantikan oleh harta semahal apa pun.

Sayangnya, tidak semua masyarakat Indonesia merasakan indahnya hidup berkeluarga. Banyak keluarga yang berantakan karena hubungan individu di dalamnya tidak harmonis. Suami-istri cekcok dan tidak saling percaya, orangtua dan anak tidak saling menyayangi.

Orangtua disibukkan dengan pekerjaan. Anak lebih banyak bergaul di lingkungan luar dan terkadang justru belajar halhal yang tidak bermanfaat, bahkan buruk.

Kemuktahiran teknologi yang seharusnya membawa manfaat justru membawa mudarat bagi keluarga. Orangtua dan anak sibuk dengan gadget masing-masing. Fasilitas internet juga memudahkan orang mengakses berbagai informasi, baik yang berguna maupun yang tidak berguna. Hoax atau fakta.

Kehangatan yang seharusnya diberikan oleh keluarga kini justru lebih didapatkan dari luar. Pendidikan moral dan karakter sejak dini yang seharusnya diberikan oleh orangtua, justru lebih dipercayakan kepada pihak sekolah. Demikian pula ragam urusan dari agama hingga beragam ketrampilan.

Baca juga:  Soe Hok-Gieā€¦ Sekali Lagi: Buku Pesta dan Cinta di Alam Bangsanya

Keluarga seharusnya menjadi tempat perlindungan di saat hidup terasa berat. Keluarga juga harus menjadi tempat belajar pertama tentang apapun bagi anak. Di dalam keluarga, anak belajar mengenal kehidupan dan memahami tentang hal yang baik dan berguna.

Keluarga yang baik akan memberikan manfaat positif bagi lingkungannya. Membangun Indonesia harus dimulai dengan membangun keluarga yang baik dan ideal.

Masyarakat harus kembali diingatkan bahwa keluarga memiliki peran vital membentuk moral dan karakter masyarakat, terutama anak yang menjadi generasi penerus bangsa.

Binalah keluarga, maka nasib suatu bangsa pun akan terbina. Mari kembali kepada keluarga, karena itulah harta yang paling berharga bagi kita. **SMP

Foto: Pixabay