October 07, 2015

Peranan Keluarga Dalam Budaya Indonesia

6 Flares Twitter 0 Facebook 6 Google+ 0 Pin It Share 0 Email -- Filament.io 6 Flares ×

Kemajemukan budaya Indonesia tentunya adalah hal yang lumrah kita temui. Pendiri bangsa ini juga sudah menyadarinya, sehingga mereka menyematkan “Bhinneka Tunggal Ika” di Garuda Pancasila yang menjadi simbol republik ini. Alih-alih sebagai penghalang, keberagaman budaya Indonesia sesungguhnya adalah harta tak ternilai harganya. Karena itu, adalah tugas kita sebagai pemuda untuk menjaganya dari serbuan budaya asing yang tak jarang bertentangan dengan nilai-nilai yang ada di Nusantara.

Salah satu cara yang paling mungkin adalah pengenalan terhadap budaya kita sendiri, sehingga kita bisa memiliki kepribadian yang kuat. Sekilas, cara ini memang terlihat rumit, dan terlalu mengawang-awang. Namun sebenarnya, hal ini bisa diwujudkan melalui lingkaran terkecil yang kita miliki, yakni keluarga.

Keluarga adalah tempat kita mulai mengenali dunia. Di sana kita belajar tentang bertumbuh secara jasmani, bertahan hidup, bersikap, menghargai dan menghormati orang lain, dan banyak hal positif lainnya. Tidak dipungkiri, dalam kehidupan berkeluarga pun kita sering diperhadapkan perselisihan dan pertengkaran. Namun, kedua hal ini merupakan perpaduan yang menarik bagi kita untuk mengenal dunia dan menghadapi kenyataan hidup yang ada.

Keluarga mempunyai peranan yang besar dalam memperkenalkan dan mengajarkan tentang budaya dan norma-norma yang berlaku di lingkungan kita, serta bagaimana menyikapi terpaan budaya luar. Melalui keluarga karakter kita akan terbentuk sehingga ketika berkecimpung dalam kehidupan bermasyarakat, kita mampu menjiwai budaya kita dan mempunyai landasan yang kuat untuk beradaptasi dan menghadapi tantangan budaya luar.

Budaya Milik Kita

E. B. Taylor, bapak antropologi budaya, mendefinisikan budaya sebagai pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan atau kebiasaan-kebiasaan lain dalam masyarakat. Dalam hal ini menghasilkan jawaban-jawaban terhadap tantangan-tantangan hidup seperti kelahiran, pertumbuhan, hubungan-hubungan sosial, bahkan kematian. Untuk memahami budaya yang ada, keluarga memegang peranan penting.

Dalam budaya ketimuran, khususnya budaya Indonesia, keluarga memiliki peran vital dalam kehidupan. Tradisi adat istiadat dari berbagai suku di Indonesia mencerminkan bagaimana peranan keluarga di dalam kehidupan setiap individu manusia. Contohnya, cara berpakaian. Hampir seluruh suku mengajarkan budaya berpakaian yang sopan kepada anggota keluarganya. Sopan di sini berarti tidak memamerkan anggota tubuh untuk menjadi tontonan banyak orang.

Dari contoh di atas kita bisa melihat bahwa keluarga yang berfungsi dengan baik tentu akan mengajarkan budaya berpakaian yang sopan kepada anggota keluarganya. Sedangkan keluarga yang bermasalah tentu tidak akan menanamkan hal ini kepada setiap anggotanya. Alhasil mereka akan mempunyai budaya berpakaian yang sembrono dan dengan mudah terpengaruh budaya asing.

Menghadapi Budaya Luar

Berbicara tentang budaya asing, seperti berbicara mengenai dua sisi mata uang. Tak sedikit hal positif yang bisa kita gali dari budaya mereka, namun secara bersamaan, budaya asing juga memiliki hal negatif yang tidak sesuai dengan budaya kita. Sayangnya, tanpa disadari hal negatif budaya luar secara perlahan menggerus berbagai budaya kita. Inilah alasan mengapa keluarga begitu penting dalam meletakkan dasar kepribadian yang kuat kepada setiap anggotanya.

Keluarga yang menanamkan dasar kepribadian yang kuat akan berdampak positif bagi setia anggotanya. Mengapa? Karena mereka akan mampu menyaring masuknya budaya luar sehingga hal-hal negatif yang terbawa tidak akan menggerus berbagai budaya kita, khususnya budaya dalam keluarga kita. Setiap anggota hanya akan mengambil berbagai hal positif sebagai masukan yang berharga sekaligus menambah wawasan.

Peran keluarga yang kurang akan berdampak negatif, misalnya terjadinya perpecahan dalam keluarga. Anggota keluarga akan dengan mudah mengambil hal negatif dari budaya luar dan menerapkannya dalam kehidupan keluarga. Misalnya, melakukan relasi asmara yang melampaui batas, melakukan hubungan seksual di luar nikah, dsb.

Akibatnya, seluruh keluarga akan dipermalukan dan menjadi buah bibir masyarakat sekitar. Secara tidak langsung, budaya ketimuran yang kita anut pun ternodai. Namun, itulah kenyataan yang akan terjadi jika tidak ada kontol yang baik dalam keluarga.

Akan tetapi, masuknya budaya luar juga tidak dapat dihindari. Perkembangan teknologi dan informasi yang sangat pesat menunjang masuknya budaya luar dengan cepat. Untuk mengatasi tantangan budaya luar yang kini semakin berkembang dengan cepat, ada beberapa hal yang perlu dilakukan agar kita bisa tetap membangun keluarga yang harmonis.

Pertama, memutuskan untuk berkomunikasi dan memperhatikan keluarga setiap hari. Kedua, menjadikan keluarga sebagai prioritas. Ketiga, biasakan untuk menyelesaikan masalah/konflik dalam keluarga secara bersama-sama dan sesegera mungkin. Keempat, menciptakan tradisi dalam keluarga dan tetap mempertahankan tradisi tersebut.

Selanjutnya, menemukan cara atau agenda tertentu untuk menghabiskan waktu bersama-sama. Keenam, tidak sungkan untuk mengungkapkan penghargaan kepada aggota keluarga lainnya. Ketujuh, membatasi penggunaan media dan teknologi. Dan yang paling utama dari semuanya adalah senantiasa melibatkan Tuhan dalam setiap langkah di atas.

Sumber:
Komunikasi antar budaya, Dr. Deddy Mulyana, M. A., Drs. Jalaluddin Rakhmat, M. Sc, Bandung: Rosda.
Make Today Count, John C. Maxwell, Surabaya: MIC
Lea Belandina

Lea Belandina

Lea Belandina, alumni Jurnalistik UNPAD, saat ini bekerja di majalah Bahana dan Penerbit ANDI.

More Posts