June 07, 2015

Menjadi Indonesia

3 Flares Twitter 0 Facebook 3 Google+ 0 Pin It Share 0 Email -- Filament.io 3 Flares ×

“Posisi menentukan prestasi”. Begitu jargon yang kita sudah sering dengar ketika duduk di bangku sekolah. Berbicara mengenai posisi, Indonesia nampaknya sudah mendapatkan ‘berkat’ sebagai negara dengan letak yang strategis. Berada di antara dua benua dan dua samudera, Indonesia secara otomatis berada pada jalur perdagangan dunia. Sejarah pun menegaskan hal ini, ketika Kerajaan Sriwijaya begitu kuat menancapkan taringnya sebagai salah satu kekuatan maritim dunia.

Aspek historis ini untungnya didukung dengan budaya Indonesia yang ramah. Siapa saja yang berkunjung ke Indonesia kerap kali rindu ingin merasakan kembali hangatnya Indonesia.

Hingga kini, Indonesia dianggap menjadi negara yang ramah dan terbuka terhadap pendatang. Terbukti, berdasarkan data Kementerian Pariwisata, jumlah kunjungan wisatawan asing yang melalui 19 pintu utama di pada bulan Januari 2015 saja mencapai 723.039.

Keterbukaan Indonesia untuk menjalin kerjasama dengan negara lain tak berhenti di sana. Saat ini, wisatawan mancanegara yang ingin ke Indonesia diberi kemudahan.

Pemerintah sejak 1 April kemarin menetapkan kebijakan bebas visa bagi 30 negara sahabat Indonesia. Langkah ini diambil sebagai bentuk keterbukaan Indonesia dengan negara luar sekaligus untuk memperkuat cadangan devisa Indonesia sendiri.

Namun, permasalahan untuk tetap menjadi primadona bukan perkara yang mudah. Indonesia harus tetap memiliki value agar tetap layak diperhitungkan di kancah Internasional. Banyak langkah-langkah yang dapat kita lakukan agar tetap eksis di tengah era globalisasi ini. Satu di antaranya adalah masyarakat Indonesia harus punya pride “menjadi  Indonesia”.

Menjadi Indonesia bukan sekedar ber-KTP Indonesia saja. Namun menjadi Indonesia dilakukan dengan bangga berbudaya Indonesia meski begitu banyak budaya yang masuk.

Kita tak bisa menahan arus budaya luar yang masuk ke Indonesia. Namun, kita mampu dan berwenang untuk menetapkan standar tinggi untuk memperbolehkan mereka menjadi bagian dari kita atau bahkan sekedar hanya menikmati Indonesia.

Mental memantaskan diri sebagai orang Indonesia di taraf Internasional pun harus kita punya. Bukan merasa ‘kecil’ karena kita bangsa berkembang. Kita harus mampu bangun dari bayang-bayang kata ‘berkembang’ sehingga menjadi bangsa besar yang terbuka dan tetap diperhitungkan di mata dunia.

LB. Ciputri Hutabarat

LB. Ciputri Hutabarat

Penulis bernama lengkap LB. Ciputri Hutabarat ini, biasa dipanggil Citra. Ia merupakan mahasiswi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan Unpad. Ketertarikan Citra dalam dunia politik terlihat dari motto hidupnya, “Keterlibatan politik bukan hanya sebuah keharusan tapi juga wujud dari iman.”

More Posts