March 31, 2015

Duta Indonesia di Negeri Orang

367 Flares Twitter 0 Facebook 367 Google+ 0 Pin It Share 0 Email -- Filament.io 367 Flares ×

Berkuliah di luar negeri itu sangatlah menarik! Mengapa tidak? Selain menuntut ilmu, bersosialisasi, dan berjalan-jalan, kita juga menjadi duta Indonesia. Percaya atau tidak, nama Indonesia ada ditanganmu lho. They keep their eyes on you!

Sebelum pergi kesana biasanya kita calon mahasiswa diundang untuk bergabung ke Perkumpulan Pelajar Indonesia (PPI) di kota tempat kita kuliah. Sesepuh kita biasanya memberikan kita list mengenai barang apa saja yang seharusnya dibawa. Salah satunya adalah batik! Dari sini saja seharusnya kita peka bahwa kita akan membawa budaya kita ke negeri sana.

Oke, satu hal yang saya tanamkan dalam diri saat pertama kali sampai disana adalah, “Jangan sampai malu-maluin Indonesia!” Kita tidak hanya harus memperlihatkan etiket yang baik ke teman-teman international, tapi juga saling mengingatkan sesama orang Indonesia. Tidak sedikit lho kawan-kawan Indonesia yang justru memberikan kesan buruk untuk Indonesia.

Banyak cara untuk merusak nama baik Indonesia, namun banyak pula cara untuk mengharumkan bangsa ini di luar sana. Pilihan ada di kamu!

Tipsnya sederhana saja. Dalam hal perkuliahan, kita harus memberikan contoh yang baik untuk teman sejurusan. Jangan nyontek dan telat masuk kuliah! Jangan pelit untuk membagikan ilmu kita ke teman sejurusan! Buat mereka enjoy dengan kita, tapi dengan cara yang bijak tentunya—orang Indonesia terkenal cerdas lho.

Selama berkuliah disana, saya yakin pasti setiap PPI mempunyai program kerja untuk memperkenalkan budaya Indonesia. Kami mengajak kawan-kawan dari negara lain untuk menonton film Indonesia seperti Laskar Pelangi,  Di Timur Matahari, Habibie & Ainun, dan film-film lain yang menunjukan budaya dan kekayaan bangsa ini.

Kita juga bisa membuat acara khusus memperkenalkan budaya Indonesia. Waktu itu kami bikin games yang pemenangnya langsung dihadiahkan sepaket Indomie! Bahkan kami juga tari pocopoco bareng mereka. Kami pun menyediakan masakan khas Indonesia. Nah kalau yang ini agak agak adu cepat! Kita sama-sama tahulah ya kenapa! Hahaha.

Kita juga harus membangun relasi dengan unit kegiatan mahasiswa yang lain lho. Di tempat saya belajar, University of Southampton, kami sempat membuat acara penggalangan dana untuk korban letusan gunung Kelud dan Sinabung. Acara ini melibatkan teman-teman Malaysia, Filipina, Nepal dan unit mahasiswa lainnya seperti AISEC. Kami suguhkan mereka cemilan khas Indonesia, selagi memperkenalkan tentang kondisi dan budaya Indonesia.

Kami juga bermusik bersama dan mengakhiri acara dengan menyanyikan lagu “We are the World” dari Michael Jackson. Mantap deh jika kita semua saling support tanpa ada tembok pembatas entah itu warna kulit, agama atau yang lainnya.

Nah satu lagi menurut saya yang perlu kita lakukan, yaitu menghargai budaya mereka. Dengan mendengarkan dan menghargai budaya mereka, secara tidak langsung kita menunjukan bahwa orang Indonesia terbuka dan ramah. Toh tidak ada salahnya kita belajar budaya mereka. Saling berbagi dan mengisi.

Mungkin masih banyak hal lain yang bisa kita lakukan, main bola bareng mungkin. Namun,  saya rasa hal-hal diatas cukup untuk menjadikan kita duta Indonesia yang baik. Semoga kita menjadi insan yang semakin berdampak positif untuk sekitar kita dimanapun kaki kita berpijak.

Elioenai Sitepu

Elioenai Sitepu

Elioenai Sitepu, akrab dipanggil IO, kelahiran Jakarta 19 Desember 1991. Telah menyelesaikan program studi Sarjana Teknik Penerbangan Institut Teknologi Bandung 2009 - 2013 dan program Master of Science Space System Engineering di University of Southampton 2013 -2014. Merupakan ketua dari Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Southampton 2013 – 2014. Saat ini sedang menyelami hidup sebagai guru matematika. Mempunyai banyak mimpi, salah satunya adalah berjabat tangan dengan Alien.

More Posts