Banyak pelajar yang memilih untuk meneruskan studi selepas SMA ke perguruan tinggi di kota lain. Hal ini banyak dilakukan oleh pelajar yang tinggal di kota kecil, yang dirasa kurang memiliki perguruan tinggi yang terpercaya. Di kota-kota besar, kebanyakan mahasiswa merupakan orang perantauan. Para mahasiswa kebanyakan bertempat tinggal di tempat kost. Ada tempat kost dengan fasilitas mewah, ada juga yang minimalis, sekedar tempat untuk tidur dan belajar. Biasanya tempat kost dihuni oleh beberapa orang, tergantung ukuran bangunan tersebut. Apabila seseorang baru pindah ke tempat kost, maka banyak hal baru yang ditemui. Salah satunya, teman-teman baru yang menghuni tempat kost tersebut.
Bertempat tinggal dengan teman-teman baru dalam waktu yang mungkin akan lama tentu akan berbeda dengan keluarga. Perbedaan, yang dalam keluarga dianggap biasa, mungkin akan terasa tidak biasa di dalam kost. Walaupun kebanyakan anak kost akan merasa senang karena lebih bebas daripada di rumah, ada beberapa hal yang dirasa berbeda dari rumah. Di rumah kita bisa menggunakan semua fasilitas yang ada. Jika di rumah banyak orang yang sudah memaklumi suatu kebiasaan tertentu, tidak demikian di tempat kost. Di lain pihak, belum tentu kita juga dapat memahami kebiasaan orang lain. Misalnya; menggunakan kamar mandi dengan lama, atau mendengarkan musik dengan volume yang berlebihan, membuang sampah sembarangan, dan sebagainya. Untuk orang yang merasa terganggu, tentunya hal ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan. Terlebih jika orang tersebut mempunyai sifat yang mudah merasa kesal. Hal yang kecil pun dapat menjadi besar.
Bila kita bertempat tinggal di rumah, maka tetangga kita hidup di rumah yang berbeda, tetapi bersebelahan. Namun di tempat kost, tetangga kita adalah orang yang berbeda kamar tetapi dalam satu bangunan yang sama. Jarak yang lebih dekat berarti tingkat pengendalian diripun harus ditingkatkan. Bukan hanya dalam merespon, tetapi juga dalam berlaku. Tindakan-tindakan yang kita lakukan sebaiknya sudah kita pikirkan sebelumnya, tidak langsung dilaksanakan. Demikian pula dalam merespon kegiatan tetangga yang biasanya kita anggap mengganggu. Kita dapat belajar untuk bersabar jika gangguan tersebut sebenarnya tidak terlalu mengganggu dan tidak perlu direspon secara berlebihan.
Bagaimanapun juga, tidak semua gangguan dapat diabaikan. Jika kita menganggap sudah terlalu mengusik, ada baiknya jika kita mengkomunikasikan dengan orang yang bersangkutan. Kita juga dapat berdiskusi dengan penghuni yang lain, mungkin saja ada cara-cara tertentu yang dapat digunakan dalam berkomunikasi dan tidak menimbulkan pertengkaran.
Kita akan selalu hidup berdampingan dengan orang lain, dimanapun kita tinggal. Pengendalian diri akan membantu kita dalam berkomunikasi dengan orang lain. Salah paham pun dapat diminimalisir dan tidak akan menimbulkan pertengkaran yang tidak perlu.
Comments
No Comments, be the first to Comment
Add new Comment
RDBS Comment developed by Robert Deutz Business Solution