TICC Diminati Paduan Suara Indonesia

Sabtu, 11 Juli 2009 15:44
Cetak PDF

Info1

Bandung (FOKAL). Indonesia kembali menyelenggarakan Kompetisi Paduan Suara tingkat Internasional. Tomohon International Choir Competition (TICC) diadakan di Tomohon, Sulawesi Utara. Diadakan dari tanggal 22 – 25 Juni 2009, diikuti berbagai paduan suara yang berasal dari dalam dan luar negeri.

TICC merupakan kompetisi antar paduan suara tingkat internasional yang diwadahi oleh Musica Mundi dan didukung oleh Visit Indonesia 2009, Bandung Choral Society, serta Interkultur. Kompetisi ini diselenggarakan sebagai rangkaian acara “Tomohon Flower Festival” yang diadakan setiap tahunnya. Pada acara ini juga terdapat Pemilihan Putri Bunga dan puncaknya Tournament of Flower. Tujuan diadakannya acara dan kompetisi tersebut untuk menjadikan Tomohon sebagai Flower City dan pusat seni paduan suara yang berkelas di Indonesia dan dunia. Kompetisi yang diikuti oleh 51 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan Filipina memiliki beberapa kategori: kategori Children Choir, Gospel and Spiritual, Male Choir, Mixed Choir, Musica Sacra, Female Choir, Youth Choir, Pop & Jazz, dan Folklore.

Pada kompetisi ini, penilaian bertaraf internasional dengan juri yang kompeten dalam bidangnya. Juri-juri tersebut berasal dari Amerika Serikat, Norwegia, Swedia, Filipina, Korea, dan Indonesia. Mereka banyak memuji kemampuan suara terutama pada paduan suara yang ada di Indonesia. “Para anggota dewan juri pun akan menghadirkan berbagai workshop yang memberikan banyak kesempatan unik bagi pengembangan secara professional dan personal, serta kesempatan untuk mempelajari choral art dari para ahli music Indonesia maupun para musisi internasional, “ ujar Direktur Artistik TICC Profesor André  de Quadros.

Salah satu peserta TICC yang berasal dari Indonesia, Glorificamus Dei Choir (GDC). Paduan suara yang terbentuk di Pamulang, Tangerang ini sudah dua kali mengikuti kompetisi yang serupa. Kali ini mereka meraih Silver Medal dan Special Award from Jury untuk kategori Folklore. “Kami mengikuti kompetisi ini karena sifatnya internasional, sehingga tolak ukurnya jelas. Kompetisi ini juga mendapatkan lisensi, karena para juri memiliki penilaian internasional,” kata konduktor sekaligus pelatih dari GDC Grace Patricia.[CC]

 


Redaksi Fokal
About the author:

Kontak: Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

Faktual, Objektif dan Kontekstual

Comments

No Comments, be the first to Comment

Add new Comment

 
 
 
 
 
 
 

RDBS Comment developed by Robert Deutz Business Solution