Fokal Edisi III
Editorial, Idealnya generasi muda berkembang dan mampu bersaing dalam era globalisasi. Hampir sebagian besar fasilitas pendukung telah dihadirkan. Namun, sayang seribu sayang, kelihatannya generasi muda “melempem”, asyik dengan dunianya sendiri. Generasi muda dikenal sebagai pemilik “idealisme”, seringkali dengan garang mereka muncul ke permukaan memaparkan idealismenya masing-masing. Terlalu “konsen” dengan idealismenya masing-masing, hingga melupakan kemampuan “mempengaruhi”. Apa yang harus dilakukan, ditengah realitas yang seringkali menantang generasi muda meletakkan senjata dan mengangkat dua tangannya diatas kepala? Apa pula yang menyebabkan idealisme kabur, tertutup realitas. Seberapa kuat seseorang mempertahankan idealismenya. Harapan seperti apa yang didambakan masyarakat, agar mereka merasakan sesuatu yang ideal dalam hidupnya. Idealisme hadir dalam bentuk positif dan negatif. Selamat membaca.
Idealisme dan Realitas
|
|
|
|
| Utama | Mencari Pemimpin Indonesia Beberapa waktu lalu, sebuah acara dialog interaktif membahas krisis kepemimpinan di Indonesia. Yang ... |
|
|
|
|
|
|
|
|
| Profil | Meraih Kesuksesan Bicara soal sukses dan bagaimana mencapai kesuksesan itu, kita pasti punya pendapat masing-masing. A... |
|
|
|
|
|
|
|
|
| Teknologi |
Internet Untuk Semua Era globalisasi ditandai dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat, terutama perkembangan teknolo...
|
| | |
| Ekonomi |
Keuangan Keluarga Dalam keluarga, peran dan tanggung jawab utama seorang ayah adalah kepala dan tulang punggung ekonom...
|
| | |
| Opini |
Kuliah dan Ekstrakurikuler Idealnya mahasiswa menyelesaikan study sekitar empat sampai lima tahun. Berbagai pembekalan diberika...
|
| |
|
|
| Tanya Jawab |
Idealisme Pemuda Banyak pemuda yang menentukan cita-citanya sejak usia belia. Sebagian berangan-angan menjadi orang h...
|
| |
|
|
|
|