Pernah mendengar dan melihat anak laki-laki yang tidak memiliki penis, atau sebaliknya secara fisik berbentuk wanita tetapi memiliki penis? Hal itu tidak salah dan merupakan salah satu bentuk penyakit. Kelainan kelamin merupakan suatu bentuk ketidaknormalan seperti manusia seutuhnya, bisa kelamin ganda, atau kelaminnya yang tidak sempurna, bahkan tidak mempunyai kelamin. Mereka sama seperti seorang bayi atau seseorang penderita cacat dan masih bisa disembuhkan dengan pengidentifiksian lebih dini. Banyak bentuk penyakit kelainan kelamin yang membuat bayi atau manusia lainnya tidak menjadi manusia seutuhnya dan memiliki identitas serta keturunan yang jelas.
Salah satu contoh penyakit kelainan kelamin pada laki-laki adalah Hipospadia. Terjadinya Hipospadia sangat berkaitan dengan proses embriologi sistem urogenital. Perkembangan genitalia eksterna laki-laki berada di bawah pengaruh hormon androgen yang disekresi oleh testis janin. Namun bila terjadi agnesis atau disgenesis dari mesoderm, maka tonjolan genital tidak terbentuk sehingga penis juga tidak terbentuk. Kelainan itu seringkali berhubungan dengan kordi, yaitu suatu jaringan fibrosa yang kencang, menyebabkan penis melengkung ke bawah pada saat ereksi. Banyak masalah yang dapat ditimbulkan oleh Hipospadia. Dapat berupa masalah fungsi reproduksi, psikologis maupun sosial.
Pernah ada kasus di sebuah pedesaan, seorang pasien anak kecil yang memiliki kelainan kelamin seperti ketika urinasi ia mengeluarkan darah dari alat kelaminnya. Ia terkadang malu bergaul dengan teman-temannya karena disaat bermain ia harus selalu mengunakan popok menadah air seninya yang kerap mengeluarkan darah. "Perih kalau sedang kencing," ujar anak itu dengan wajah sedih. Ia menjalani hidup dengan apa adanya saja sambil berharap ada operasi gratis untuk membantu penyembuhannya.
Penyakit kelainan alat kelamin seringkali sulit dideteksi. Penyebabnya kelainan itu bersifat multifaktor, salah satunya adalah karena keturunan. Namun memastikan berapa persen kasus Hipospadia terjadi akibat faktor keturunan sangat sulit. Faktor lingkungan, polusi itu bisa jadi salah satu penyebabnya. Pestisida juga bisa membuat pertumbuhan penis lebih kecil. Daerah yang banyak menggunakan pestisida mempunyai resiko besar Hipospadia terhadap ibu-ibu yang hamil. Orangtua harus lebih cermat mengamati perkembangan anaknya mulai dari bayi. Para guru besar Ilmu Bedah Plastik, mengharapkan adanya penyuluhan atau edukasi kepada orang tua dan tenaga medis persalinan tentang Hispodia agar kasus kelainan dapat ditangani sejak dini sehingga dapat teratasi. Mereka juga berharap adanya klub kelainan kelamin, agar tidak adanya perasaan dikucilkan dan bisa hidup bersama saling membantu.
Pengidentifikasi penyakit kelainan kelamin lebih dini juga harus ditunjang dengan operasi yang komprehensif, tidak bisa hanya dengan pemberian obat semata. Obat hanya berperan untuk pengurangan rasa sakit pada penderita. Walaupun telah mengidentifikasi penyakit tersebut lebih awal, sebagian besar penderita tidak bisa berharap banyak karena faktor ekonomi. Peran pemerintah dan bantuan masyarakat secara ekonomi dan sosial sangat diharapkan, supaya mereka bisa hidup layaknya manusia normal. Walaupun dengan penampilan yang apa adanya, mereka tidak terbelakang, mereka berpikir seperti manusia normal dan mempunyai hati yang perlu diperhatikan dan ditolong.