Pemberdayagunaan Lingkungan Kawasan Danau Toba

Pemberdayagunaan Lingkungan Kawasan Danau Toba

804
0
0 Flares Twitter 0 Facebook 0 Google+ 0 Pin It Share 0 Email -- Filament.io 0 Flares ×

Kunjungan Presiden Joko Widodo pada Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba pada 21 Agustus 2016 silam, mengejutkan sekaligus memberikan harapan baru bagi pemerintah dan masyarakat di sekitar kawasan Danau Toba.

Pada kunjungannya, orang nomor 1 di Indonesia tersebut menyatakan untuk pengembangan kawasan Danau Toba menjadi tempat wisata yang tidak kalah bersaing dengan wisata lainnya seperti Bali, Lombok dan yang lainnya. Danau Toba dicanangkan dapat menggiatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat setempat.

Harapan baru yang dinyatakan langsung oleh pemerintah pusat ini menjadi tugas baru bagi pemerintah di sekitar kawasan Danau Toba. Namun perlu diketahui bahwa tugas ini juga harus sepenuhnya didukung oleh masyarakatnya. Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama dan melaksanakan perannya masing-masing untuk mencapai target yang telah ditentukan.

Pengembangan kawasan Danau Toba merupakan langkah yang sangat baik untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat. Dengan dilakukannnya pengembangan ini, diharapkan jumlah wisatawan untuk kedepannya semakin meningkat. Peningkatan jumlah wisatawan juga akan diikuti oleh meningkatnya kesejahteraan masyarakat kawasan Danau Toba.

Untuk menjadikan Danau Toba tempat wisata favorit dan dikenal oleh mancanegara, tidak cukup hanya berfokus pada Danau Tobanya saja seperti pengembangan dari segi kebersihan, ketersediaan sarana dan prasarana, wahana permainan dan yang lainnya. Keindahan Danau Toba harus juga diikuti dengan keindahan alam di sekitar kawasan Danau Toba.

Lingkungan sekitar Danau Toba adalah nilai plus untuk menjadikan Danau Toba sebagai tempat wisata yang diminati para wisatawan dari berbagai daerah. Menjaga dan melindungi habitat asli di kawasan Danau Toba merupakan cara untuk mempertahankan kelestariannya.

Melindungi dan memberdayakan habitat asli di kawasan Danau Toba dapat menambah nilai estetika dan menjadi daya tarik bagi para wisatawan. Oleh karena itu habitat asli berupa hutan dan satwa yang ada di dalamnya harus dijaga dan dilindungi untuk mempertahankan kelestariannya.

Kurangnya perhatian masyarakat dan wisatawan untuk perlindungan satwa di kawasan Danau Toba dapat menyebabkan hilangnya nilai keindahan Danau Toba.

Perlindungan bagi satwa dikawasan Danau Toba dengan tidak menebangi hutan sebagai habitatnya serta mencegah perburuan satwa oleh masyarakat merupakan salah satu cara mempertahankan kelestariannya. Pemerintah dan warga di kawasan Danau Toba harus bisa bekerja sama dalam menjaga dan melindungi satwa dan habitatnya.

Hutan-hutan yang gundul harus segera dilakukan reboisasi untuk mengembalikan keaslian dari lingkungan kawasan Danau Toba. Tidak hanya warga setempat, para wisatawan juga harus diwajibkan untuk ikut bersama menjaga dan melindungi segala keindahan di kawasan Danau Toba.

Keberadaan populasi monyet di sepanjang jalan menuju Danau Toba di Parapat merupakan salah satu peluang untuk menjaga dan melindungi habitat dan satwanya. Perlindungan untuk pengembangan yang lebih bagus dan bermanfaat lagi, pemerintah dapat membuat cagar alam yang memiliki fungsi lebih beragam. Disamping sebagai perlindungan terhadap satwa di kawasan Danau Toba, cagar alam juga dapat menjadi tempat wisata dengan tidak menghilangkan keasliannya.

Cagar alam merupakan suaka alam yang bernilai tinggi untuk perlindungan dan pelestarian flora dan fauna serta mencegah kepunahannya. Cagar alam sangat berperan penting dan membantu dalam berbagai bidang seperti pengembangan penelitian terhadap flora dan fauna, pendidikan dan ilmu pengetahuan, kelestarian alam dan juga sebagai tempat wisata yang dapat menambah devisa negara serta secara khusus dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Pembuatan cagar alam di kawasan Danau Toba diharapkan menjadi daya tarik terkhusus bagi para wisatawan. Disamping menikmati keindahan Danau Toba, para wisatawan juga sekaligus dapat menikmati keindahan dan belajar dari lingkungannya dengan keberadaan beraneka ragam satwa yang dapat dilihat secara langsung.

Kesadaran masyarakat akan pentingnya melindungi satwa untuk mencegah dari kepunahan merupakan hal utama sebelum pembuatan cagar alam. Pemerintah diharapkan lebih gesit untuk mensosialisasikan kepada masyarakat akan pentingnya menjaga dan melindungi flora dan fauna terkhusus di kawasan Danau Toba. Perburuan satwa yang masih terjadi harus segera dihentikan.

Pemerintah juga harus menegaskan peraturan terhadap penebangan hutan secara liar. Penebangan hutan secara liar akan menghilangkan habitat satwa. Habitat merupakan faktor utama untuk perlindungan satwa di kawasan Danau Toba.

Hilangnya populasi satwa disebabkan oleh habitat yang tidak sesuai atau rusak dengan kondisi hutan-hutan yang telah gundul. Kondisi ini dapat berefek pada kehidupan masyarakat sekitar disebabkan munculnya satwa ke pemukiman. Hal inilah yang harus dihindari agar kelestarian lingkungan kawasan Danau Toba tetap terjaga.

Pemberdayaan lingkungan kawasan Danau Toba untuk menjaga habitat dan satwanya sangat mendukung untuk revitalisasi Danau Toba dan meningkatkan kualitasnya. Lingkungan asri yang dipenuhi oleh berbagai jenis satwa dengan habitat aslinya akan menjadi penciri khusus wisata Danau Toba. Penciri khusus inilah yang diharapkan menjadi daya tarik bagi para wisatawan.

Diharapkan agar pengembangan kawasan Danau Toba sebagai tempat wisata yang lebih bagus dan diminati wisatawan lokal maupun mancanegara dapat dialaksanakan dengan sebaik-baiknya.

SHARE
Previous articleWe are NOT Human
Next articleJangan Sakiti Hewan Kita
Arion Euodia Saragih
Penulis yang lahir pada 16 Mei 1991 di Bahpasunsang ini, kini tinggal di Jatinangor, Sumedang. Arion, demikian ia biasa dipanggil, mahasiswa jurusan Agroteknologi Unpad. Selain menjabat sebagai komisaris di KOMPERTA GmnI cabang Sumedang, Arion juga aktif di Himpunan Mahasiswa Pertanian Unpad.