Jangan Sakiti Hewan Kita

Jangan Sakiti Hewan Kita

632
0
0 Flares Twitter 0 Facebook 0 Google+ 0 Pin It Share 0 Email -- Email to a friend 0 Flares ×

Mungkin tidak semua orang di Indonesia mengetahui bahwa setiap tahun pada tanggal 4 Oktober kita merayakan Hari Satwa Internasional (World Animal Day). Hari tersebut menunjukan kepada kita kondisi hewan di dunia menjadi permasalahan yang cukup serius. Pasalnya, sudah banyak hewan punah akibat ulah manusia, karena kerakusan dan juga keinginan kita yang ingin terus berkembang tanpa berpikir kedepan tentang masalah yang ada di sekitar kita.

Hewan adalah entitas yang harus ada di dunia ini, karena hewan adalah bagian dari ekosistem. Jika populasi hewan punah maka ekosistem dari suatu daerah akan menjadi rusak dan berdampak kepada daerah lainnya.

Tidak bisa kita pungkiri semakin hari manusia semakin berkembang setiap harinya. Semakin berkembangnya manusia, ada hal yang harus dikorbankan untuk mencapai terjadinya perkembangan tersebut. Karena pengorbanan tersebut ada banyak hal yang dirugikan juga yang diuntungkan. Hal ini juga terjadi pada hewan. Semakin hari kita mengeksploitasi hewan tanpa menghiraukan bagaimana kedepannya masa depan hewan tersebut.

Jika kita melihat banyak sekali eksploitasi hewan terjadi. Hal ini juga terjadi karena teknologi yang ada sekarang sudah berkembang dan sudah mampu untuk membantu mengekploitasi fungsi hewan.

Contohnya, dulu minyak ikan paus sperma agak sulit untuk diekstrak dari tubuh ikan paus itu sendiri, tetapi dengan teknologi yang ada sekarang ini hal itu mudah dilakukan, sehingga terjadi banyak perburuan paus sperma yang marak dan menimbulkan jumlah paus sprema yang semakin sedikit.

Memang, minyak paus sperma dibutuhkan untuk obat, tetapi ketika kita mengeksploitasi dengan berlebihan, tujuan baik yang dapat digunakan untuk menghasilkan obat tadi tidak bisa didapatkan di kemudian hari, karena paus sperma telah punah akibat eksploitasi tersebut.

Selain perburuan hewan, hutan sebagai habibat hewan juga musnah akibat dari eksploitasi besar-besaran. Banyak pohon yang ditebang karena kayunya dibutuhkan untuk membangun rumah, lemari, kursi, dan lain-lain.

Akhirnya, ketika mengeksploitasi hutan secara berlebihan, ada hewan yang tadinya tinggal di tempat itu menjadi kehilangan tempat tinggal, sehingga hewan tersebut masuk ke pemukiman manusia dan meresahkan sehingga tidak jarang manusia membunuh hewan tersebut karena meresahkan.

Di Indonesia sendiri ternyata terjadi hal yang demikian. Banyak sekali perburuan ilegal yang dilakukan di Indonesia hanya untuk memuaskan keinginan sesaat manusia. Akibatnya, benar saja sudah banyak hewan langka yang menjadi punah di Indonesia. Hal ini juga yang menjadikan pemerintah Indonesia semakin awas terhadap lingkungan, terutama kepada hewan yang dilindungi agar tidak punah di kemudian hari.

Seharusnya eksploitasi hewan dapat kita lakukan, tetapi dalam batas yang sewajarnya. Teknologi yang ada juga seharusnya sudah dapat membantu untuk melakukan pelestarian hewan. Misalnya, rekayasa kehutanan, bagaimana cara mengembalikan hutan yang sudah gundul agar dapat kembali dalam waktu cepat dengan cara mempercepat pertumbuhan pohon melalui rekayasa genetika pohon. Itu sangat berguna untuk hewan dan juga akan berdampak besar bagi manusia.

Dari sisi lainnya, kita harus mengurangi pengeksploitasian hewan secara fisik. Karena ketika kita mengeksploitasi hewan secara berlebihan secara fisik, kita hanya akan memusnahkan keberadaan hewan tersebut akibat eksploitasi tersebut.

Salah satu contoh, eksploitasi hewan secara non-fisik adalah mengembangkan fungsi kotoran hewan. Jika kotoran hewan yang tadinya digunakan hanya untuk pupuk, mari kita coba teliti lagi apakah kotoran tersebut bisa menjadi obat atau tidak.

Terkait limbah, di beberapa negara, kotoran hewan telah dijadikan sumber energi alternatif. Energi alternatif itu adalah biogas. Dengan menggunakan biogas tersebut maka potensi berpindahnya penggunaan energi yang berasal dari energi dalam bumi mungkin akan semakin berkurang dan kerusakan bumi tidak menjadi semakin parah. Akibatnya, habitat hewan dan tumbuhan pun tidak terganggu sama sekali.

Jika kita lihat, ternyata kita bisa memanfaatkan limbah yang dihasilkan hewan untuk sesuatu yang lebih baik. Jangan kemajuan teknologi menjadi cambuk bagi kita sehingga kita menciptakan alat yang dapat mengganggu kehidupan hewan. Seperti contoh di atas pengembangan biogas menguntungkan kita dari segi lingkungan dan mengurangi kita melakukan eksploitasi fisik kepada hewan.

Selain mengembangkan limbah hewan, kita juga harus memperhatikan habitat hewan tersebut. Karena sekalipun kita mengurangi eksploitasi hewan, jika kita juga banyak mengeksploitasi tempat tinggal hewan tersebut, sama saja kita membuat masalah baru.

Menciptakan teknologi yang dapat menjaga kelestarian lingkungan akan berdampak tidak hanya pada hewan saja, tetapi juga pada manusia. Mari kita jaga lingkungan kita. Karena, kalau bukan kita siapa lagi?