Kursus Kader GMNI Digelar di Bogor

Kursus Kader GMNI Digelar di Bogor

1019
0
foto: galih andreanto
0 Flares Twitter 0 Facebook 0 Google+ 0 Pin It Share 0 Email -- Email to a friend 0 Flares ×

Di tengah kondisi dan situasi bangsa yang dinilai jauh melenceng dari Cita-cita Proklamasi 1945. Presidium GMNI tengah menyelenggarakan Studi Kader Bangsa (SKB) Angkatan ke – 4. Ratusan kader GMNI dari seluruh penjuru tanah air akan dikarantina di GOR Padjadjaran, Bogor.

Studi yang akan berlangsung seminggu akan menghadirkan sejumlah narasumber antara lain, DR. Gunawan Wiradi, Bonnie Setiawan, Darsono Prawironegoro, Hinu Endro Sayono, Bambang Yudho Utomo, Peter Kasenda, Iman Toto K Rahardjo, Abdul Halim dan Vayireh Sitohang. Materi yang akan diberikan antara lain, Cita-cita Proklamasi 1945, Penyimpangan Amandemen UUD 1945, Marhaenisme, Reforma Agraria dan Negara Maritim.

Walikota Bogor, Bima Arya resmi membuka Studi Kader Bangsa angkatan ke 4 yang digelar di GOR Padjadjaran, Bogor (04/09/2016). “Saya merasa sangat terhormat dapat hadir di agenda kaderisasi GMNI seperti ini,” jelas Arya.

Kegiatan pendidikan khusus bagi Kader GmnI ini telah dihadiri 35 DPC sesuai undangan panitia SKB.

Ketua Panitia, Nurul Puspa Indah mengatakan bahwa agenda ini terbatas mengundang beberapa cabang saja karena keterbatasan tempat. Maka ke depan kami akan melaksanakan SKB dengan memperluas kepesertaan ke bagian tengah Indonesia.

Chrisman Damanik, Ketua Presidium GMNI mengatakan dalam pidatonya, “Bahwa Studi Kader Bangsa adalah agenda pengkaderan yang bertujuan meningkatkan kualitas kader baik dalam segi idiologi dan wawasan lainnya serta untuk menciptakan kader-kader yang siap mengemban tugas sejarah kedepan.”

Chrisman juga mengajak seluruh kader GMNI bahu membahu dan bergotong royong untuk mengemban tugas dalam mencapai cita-cita Proklamasi 1945, “Hanya gotong royong diantara seluruh kader yang menjadi kunci jalan keluar kita dari permasalahan bangsa, utamakan persatuan dan kesatuan jangan mau dipecah belah karena hanya pecah belah adalah politik yang akan menghancurkan dan merusak kaum nasionalis,” tutup Chrisman.

Agenda kursus dimulai dengan pemaparan materi dari Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Bapak Ahmad Basarah yang sekaligus selaku Ketua DPP PA GMNI.

Suko Sudarso, senior GMNI dalam sambutannya mengharapkan kursus kader seperti ini harus dilestarikan dan diperluas bahkan ke depannya alumni GmnI harus memfasilitasi kader-kadernya untuk terus belajar. “SKB ini untuk membekali kader mengenai ideologi dan politik agar dapat menjadi generasi penerus bangsa yang dapat mengimplementasikan cita-cita Proklamasi 1945,” jelas tokoh nasionalis ITB ini di tengah ratusan kader GMNI.

Ahmad Basarah yang memberikan orasi ilmiah Pancasila 1 Juni pada pembukaan SKB ini memaparkan peran penting Bung Karno dalam melahirkan Pancasila dalam rapat BPUPKI.

Kini tantangan bagi para kader GMNI adalah menjaga persatuan nasional dan menginsyafi fakta sejarah bahwa Bung Karno adalah perumus otentik Pancasila. “Melalui kursus kader seperti inilah kita semua mengembangkan kapasitas kader agar mampu menghadapi Globalisasi Ekonomi dan berbagai tantangan internal seperti fundamentalisme pasar dan ketertindasan kaum marhaen oleh karena kapitalisme mutakhir,” tegas Ketua Fraksi MPR-RI PDI Perjuangan ini.