Kondisi Bangsa Krisis Total, GMNI Cetak Ratusan Kader Khusus

Kondisi Bangsa Krisis Total, GMNI Cetak Ratusan Kader Khusus

1098
0
0 Flares Twitter 0 Facebook 0 Google+ 0 Pin It Share 0 Email -- Email to a friend 0 Flares ×

Presidium GMNI kembali akan menyelenggarakan kaderisasi khusus pada 4 hingga 10 September mendatang di Bogor.Agenda bertajuk Studi Kader Bangsa (SKB) ini telah terselenggara 3 kali, dan untuk tahun 2016 ini akan digelar untuk angkatan ke 4. Tema untuk SKB angkatan ke 4 ini adalah “Kembali ke cita-cita Proklamasi 1945“.

Nurul Puspa Indah, Ketua Pelaksana kegiatan ini menyatakan bahwa latar belakang kegiatan ini adalah keresahan dan kegelisahan generasi muda melihat kondisi dan situasi nasional kekinian yang krisis total. Kader harus jeli memperhatikan dan kritis terhadap akar berbagai  penyimpangan kebijakan saat ini, kader juga harus cerdas mengoreksi penyimpangan-penyimpangan agar dapat mengembalikan arah bangsa kembali ke cita-cita Proklamasi 1945. Maka dari itu kaderisasi ini untuk membekali kader dengan ilmu yang utuh mengenai hal tersebut.

“Kami menyadari bahwa dalam perjalanan bangsa kita, ternyata cita-cita Proklamasi 1945 yang telah dicanangkan para pendiri bangsa untuk membentuk tatanan masyarakat yang adil dan makmur justru semakin jauh dari realitas kekinian,” kata Indah.

Kaderisasi ini untuk melengkapi kaderisasi reguler yang telah ada di GMNI, SKB ini dimaksudkan memberikan bekal ilmu, pisau analisa, dan terarah pada praktek pengorganisiran kekuatan rakyat.  Kader akan dibekali beberapa topik materi, antara lain mengenai metode perampasan sumber kekayaan alam (Agraria) di Indonesia, penyimpangan cita-cita Proklamasi, Marhaenisme, Pancasila 1 Juni, Metode Berpikir, Globalisasi Ekonomi, Reforma Agraria, Negara Maritim, serta Otokritik pelaksanaan ajaran Bung Karno.

Lebih detail Indah menjelaskan bahwa kegiatan SKB angkatan ke 4 ini akan mengkarantina 100 kader  GMNI dari segala penjuru tanah air dengan total jam belajar dua arah antara peserta dengan narasumber 33 jam dan FGD peserta 18 jam. “Peserta harus mematuhi tata tertib dan kontrak belajar karena kedisiplinan peserta sangat penting agar agenda ini dapat berjalan lancar dan sukses,” tegas mahasiswi hukum Universitas Pakuan ini.

Dalam konfirmasinya di Jakarta Ketua Presidium GMNI Chrisman Damanik menyampaikan “Kami berharap Studi Kader Bangsa yang dilaksanakan pada tanggal 4 s/d 10 september 2016 ini dapat mematangkan cara berpikir kader-kader GMNI dan mencetak kader-kader bangsa yang siap menghadapi persoalan bangsa dan menjadi jalan keluar dari keterpurukan bangsa kita.”

Lebih lanjut Chrisman menambahkan, “Lahirnya negara bangsa ini memiliki cita-cita untuk mensejahterakan rakyatnya oleh karenanya dibutuhkan kader-kader bangsa yang mampu menjadi lokomotif perubahan dalam mencapai cita-cita bangsa ini sesuai cita-cita proklamasi 17 Agustus 1945, mari sama-sama kita sukseskan Studi Kader Bangsa ini,” tutup Chrisman.