Kemelaratan dalam Kekayaan

Kemelaratan dalam Kekayaan

1048
0
0 Flares Twitter 0 Facebook 0 Google+ 0 Pin It Share 0 Email -- Filament.io 0 Flares ×

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, berdasarkan data BPS 2015 Indonesia memiliki 17.504 pulau. Disamping jumlah pulau yang banyak, perairan dan daratan Indonesia juga sangat luas.  Luas daratan Indonesia mencapai 1,9 juta km2 dan luas perairan lautnya mencapai 7,9 juta km2, serta mempunyai pantai yang panjang mencapai 81.497 km2.

Berdasarkan kekayaan yang dimiliki oleh Indonesia, sepantasnya kemakmuran dan kesejahteraan sudah melingkupi seluruh masyaraknya. Kemiskinan seharusnya sudah sedikit dan tidak ada lagi permasalahan di masyarakat seperti meninggal akibat kelaparan, pembunuhan anggota keluarga disebabkan perekonomian yang tidak mampu, gizi buruk dan yang lainnya.

Kekayaan yang dimiliki oleh Indonesia ternyata semata-mata bukan kekayaan seluruh masyarakatnya. Kekayaan Indonesia dimiliki dan dikuasai oleh sekelompok orang yang mempunyai banyak uang, hanya beberapa lapisan masyarakat saja yang bisa menikmati kekayaan Indonesia.

Segala sesuatu yang ada di negara ini bisa dimiliki dengan bermodalkan uang. Tidak menghiraukan bagaimana kondisi masyarakat lain yang telah tertindas akibat ulahnya. Perebutan hak dan pembodohan masyarakat pun terjadi.

Hal yang tidak lazim adalah ketika kekayaan Indonesia dikuasai oleh bangsa asing. Hal ini sama dengan bahwa Indonesia masih dibawah penjajahan oleh negara luar. Kenikmatan masyarakat atas kekayaan Indonesai dirampas oleh bangsa lain. Masyarakat Indonesai dijadikan sebagai babu di rumah sendiri.

Sangat ironis melihat bangsa Indonesia bekerja keras mati-matian untuk mensejahterakan dan mencapai cita-cita bangsa lain yang datang ke Indonesia untuk menguasai kekayaan Indonesia, sedangkan mereka yang menguasai kekayaan negeri ini hanya berpangku tangan sembari menonton perjuangan kita mensejahterakan mereka.

Kemelaratan yang masih dirasakan bangsa Indonesia hinggi kini belum teratasi. 71 tahun setelah dinyatakan merdeka, ternyata tidak semua masyarakat merasakan kemerdekaan yang sebenarnya. Kebutuhan pokok yang sangat jauh berbeda dan sangat mahal di daerah-daerah pedalaman, jalur transportasi yang tidak layak, fasilitas pelayanan dan pengembangan masyarakat yang tidak memadai merupakan bukti nyata bahwa kemerdekaan tidak merata di seluruh Indonesia yang sangat luas ini.

Kemelaratan bangsa di surga dunia ini yang begitu banyak memiliki kekayaan dan keindahan terjadi khususnya daerah-daerah pinggiran kota, daerah pedesaan, dan pedalaman. Kemelaratan ini dapat disebabkan oleh pembangunan dan pengembangan yang belum merata di seluruh Indonesia.

Hak-hak bangsa yang sesungguhnya didapatkan oleh tiap-tiap masyarakat belum terpenuhi. Pelayanan atas kesehatan dan pendidikan belum terjamah hingga ke pelosok negeri. Banyaknya masyarakat yang buta huruf dan minimnya daya tarik untuk menimba ilmu adalah bukti pelayanan yang tidak baik.

Perbedaan kemakmuran dan kesejahteraan di daerah kota dan pedalaman yang menjadikan ketimpangan kesejahteraan di semua lapisan masyarakat diakibatkan oleh ketidakadilan kebijakan pemerintah terhadap hak warga indonesia. Ketidakadilan ini terlihat jelas dari berbagai pelayanan dan pengembangan masyarakat yang kurang dan tidak memadai.

Pendidikan dan pembangunan yang merata di seluruh negeri adalah salah satu kunci untuk mengurangi kemelaratan bangsa ini. Keadilan yang sama untuk membangun dan mengembangkan seluruh daerah Nusantara merupakan modal besar bagi kemakmuran masyarakat Indonesia untuk bisa menikmati kekayaan dan keindahannya.

Selain itu, pembatasan dan pengurangan atas kekuasaan bangsa lain terhadap kekayaan negeri ini merupakan salah satu peluang bagi masyarakat Indonesia untuk berusaha dan mengembangkan potensi daerahnya masing-masing. Pemilik modal dan bangsa asing tidak akan bisa leluasa menguasai kekayaan Indonesia jika bangsa Indonesia mempunyai potensi akademik yang baik. Bangsa ini tidak akan terjajah kembali dan seluruh masyarakat Indonesia bisa merasakan kemerdekaan yang sebenarnya.

Pemerintah harus lebih gesit untuk melakukan pembangunan dan pengembangan daerah hingga ke pelosok negeri. Masyarakat harus diberdayakan dengan bermodalkan ilmu pengetahuan dan bantuan biaya. Pelayanan terhadap masyarakat harus disamaratakan dan memberikan jaminan kesejahteraan tanpa pengecualian. Penyetaraan pembangunan di setiap daerah perlu ditingkatkan guna kemakmuran dan kesejahteraan bersama sebagai warga negara Indonesia.

Tentunya dibutuhkan kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat. Masyarakat harus bisa mendukung pemerintah dalam kebijakan-kebijakan untuk pembangunan dan pengembangan masyarakat. Masyarakat harus bisa bergotong royong untuk meningkatkan dan mengembangkan daerahnya masing-masing. Pemerintah juga harus memberikan keadilan yang sama serta memberantas tindakan korupsi yang telah merampas hak masyarakat, karena korupsi menghambat kemakmuran rakyat.

SHARE
Previous articleButet Manurung: Wanita Tangguh di Pedalaman Indonesia
Next articleKeadilan Bagi Orang Pinggiran
Arion Euodia Saragih
Penulis yang lahir pada 16 Mei 1991 di Bahpasunsang ini, kini tinggal di Jatinangor, Sumedang. Arion, demikian ia biasa dipanggil, mahasiswa jurusan Agroteknologi Unpad. Selain menjabat sebagai komisaris di KOMPERTA GmnI cabang Sumedang, Arion juga aktif di Himpunan Mahasiswa Pertanian Unpad.