Jangankan Keuntungan, Keadilan Pun Tak Mampu Disentuh PKL

Jangankan Keuntungan, Keadilan Pun Tak Mampu Disentuh PKL

850
0
0 Flares Twitter 0 Facebook 0 Google+ 0 Pin It Share 0 Email -- Filament.io 0 Flares ×

Sudah setahun sejak dikeluarkannya peraturan pajak baru untuk para pengusaha dengan omzet di bawah Rp 4,8 miliar setahun. Para pengusaha harus membayar pajak setiap bulan sebesar 1% dari omzet setiap bulannya.

Para pengusaha ini harus membayar pajak tidak peduli jika ternyata pada akhirnya mengalami keuntungan ataupun kerugian.

Kalau kita kaji kembali, para pengusaha dengan omzet di bawah Rp 4,8 miliar setahun pasti dikategorikan sebagai pengusaha kecil atau menengah. Dengan peraturan pajak yang mewajibkan membayar pajak 1% dari omzet, tanpa peduli pengusaha tersebut mengalami keuntungan atau kerugian, akan memberatkan pengusaha tersebut apalagi jika pengusaha tersebut ternyata mengalami kerugian.

Dapat dimengerti jika tujuan pemerintah melakukan ini adalah agar para pengusaha kecil dan menengah menjadi tertib pajak disamping agar tercapainya target penerimaan pajak pemerintah.

Menurut pandangan pribadi saya, jika pemerintah ingin membuat para pengusaha kecil dan menengah menjadi tertib pajak, agar dapat juga diperhitungkan masalah untung atau rugi pengusaha tersebut.

Selain itu, jika pemerintah ingin target penerimaan pajaknya terpenuhi, agar melakukan pemeriksaan pajak terhadap perusahaan-perusahaan yang berskala besar, supaya dapat dihindari terjadinya pengemplangan pajak oleh perusahaan-perusahan tersebut yang berakibat pada kerugian negara.

Selain itu, beberapa waktu yang lalu sempat muncul kehebohan karena terjadi penggusuran atas pedagang-pedagang di sepanjang stasiun kereta api. Penggusuran ini dilakukan untuk menertibkan pedagang dan membuat kawasan di sekitar stasiun kereta api menjadi lebih terawat dan bersih.

Tujuan yang ingin dicapai sangatlah baik, yakni ingin membuat suasana sepanjang stasiun kereta api menjadi nyaman dan para penumpang kereta api dapat menunggu kereta dengan enak.

Tapi ternyata, tidak lama setelah penggusuran tersebut dan stasiun-stasiun kereta telah ditata dengan baik, mulai bermunculan minimarket dan toko-toko di sepanjang stasiun.

Pertanyaan yang timbul saat saya melihat hal ini adalah mengapa tidak para pedagang-pedagang yang notabene adalah masyarakat kecil yang berjualan disekitar stasiun?

Para pedagang tersebut dapat diatur sedemikian rupa agar stasiun tetap terlihat rapi dan dapat dikenakan biaya sewa juga.

Pada akhirnya, menurut pandangan saya, seharusnya pemerintah mengupayakan agar pembagunan ekonomi dapat diterima oleh semua orang, terutama orang-orang dari kelas ekonomi menengah ke bawah, sehingga masyarakat kelas ekonomi tersebut bisa meningkatkan kesejahteraan hidupnya.