Semua Doa itu Baik

Semua Doa itu Baik

792
0
36 Flares Twitter 0 Facebook 36 Google+ 0 Pin It Share 0 Email -- Filament.io 36 Flares ×

“Tapi doaku berbeda dengan doa kalian…”

Begitulah dialog polos yang dilontarkan Coki, anak Ronggur dalam kisah “Toba  Dreams”. Perkataan polos sang anak membuat semua yang ada di sana terdiam, namun dengan maklum sang nenek berkata, “Tidak apa-apa. Semua doa itu baik.”

Salah satu adegan dalam film Toba Dreams itu memang cukup menyentil hati masyarakat. Perbedaan agama biasanya membuat perpecahan, menimbulkan perselisihan, hingga dendam tak beralasan. Perkataan lugu tadi sederhana, tapi tak jarang menjadi sebuah permasalahan. Namun jawaban bijak sang nenek menyadarkan kita, bahwa memang benar adanya. Semua doa itu baik.

Konflik antar agama masih menjadi salah satu masalah yang sering muncul di negara kita. Terlepas dari fakta bahwa mayoritas masyarakat Indonesia adalah pemeluk agama Muslim, Indonesia selama ini telah mengakui enam agama, yakni; Islam, Kristen Protestan, Katolik, Buddha, Hindu, dan Konghucu. Di luar enam agama ini terdapat juga banyak aliran kepercayaan lainnya.

Keberagaman ini dapat membuat negara kita rawan akan perselisihan dan perpecahan, mengingat sensitifnya permasalahan tentang agama dan aliran kepercayaan ini. Jadi, apa yang harus kita lakukan sebagai generasi bangsa untuk  tetap mempertahankan kerukunan ini?

Sebagai umat beragama, siapapun pasti merasa kepercayaannya yang paling benar. Kita harus menyimpan pemikiran kaku ini terlebih dahulu. Seperti  kutipan dialog di atas, “Semua doa itu baik.” Begitu juga dengan kepercayaan. Tidak ada kepercayaan yang buruk, semua kepercayaan itu baik adanya.

Hanya saja,  kita menjalankannya dengan cara yang berbeda. Kita harus sadar, bahwa walau kita berbeda, bukan berarti kita bisa menyalahkan agama orang lain yang berbeda dari kita. Hanya Tuhan saja yang berhak untuk menilai benar dan salah, bukan kita.

Selain itu, seorang pemeluk agama yang baik pasti mengetahui mana yang baik dan  mana yang tidak. Salah satu hal baik yang diajarkan oleh setiap agama dan aliran kepercayaan adalah menghargai orang lain. Tentu saja, menghargai orang lain penting  adanya karena jika kita tidak menghargai orang lain, orang lain pun tidak akan menghargai kita.

Begitu juga dalam menjalankan hidup dengan kepercayaan yang  berbeda-beda. Kita harus menghargai kepercayaan orang lain agar kepercayaan kita  juga dihargai. Dengan begitu, kerukunan akan senantiasa tercipta di antara umat  beragama.

Kita sebagai generasi muda hendaknya tetap menjalankan kebiasaan-kebiasaan baik  yang telah diajarkan dalam menghargai sesama umat beragama. Jangan sampai kita merusak kesatuan negara ini hanya karena kita tidak mampu menghargai, yang pada akhirnya berujung pada perselisihan.

Bagaimanapun juga, kita tidak bisa memaksakan kehendak seseorang dalam memilih kepercayaannya. Sekarang, kita sudah tahu dan sadar akan pentingnya kerukunan antar umat beragama ini. Jadi, mengapa  kita tidak langsung melakukannya?