Laut Menjalin Interaksi Lintas Pulau dan Negara

Laut Menjalin Interaksi Lintas Pulau dan Negara

739
0
8 Flares Twitter 0 Facebook 8 Google+ 0 Pin It Share 0 Email -- Filament.io 8 Flares ×

71 % dari permukaan bumi kita adalah lautan.  Sebagai negara yang dikatakan maritim, Indonesia memiliki bagian laut yang sangat luas, yaitu sekitar 75% dari seluruh teritorial. Menyandang predikat negara kepulauan terluas di dunia, Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau.

Begitu besarnya luas negara ini sehingga banyak pulau maupun pelosok yang belum terjamah oleh teknologi atau bahkan belum terjamah oleh manusia. Bagi para penduduk yang tinggal di kepulauan-kepulauan ataupun pinggir pantai, kemampuan berlaut adalah suatu hal yang sudah pasti harus dikuasai.

Oleh karena itu, Indonesia mempunyai suku yang terkenal dengan kemampuan berlautnya, seperti suku Bugis di Sulawesi Selatan yang zaman dahulu menjelajahi lautan dengan kapal Pinisinya. Ada pula suku Bajo yang berasal dari Sulawesi Tengah, yang hidup berdampingan dengan laut sebagai keseharian mereka.  Pada awalnya mereka adalah pengembara laut, sehingga saat ini kita bisa menemukan mereka tinggal di pesisir di bagian lain Indonesia.

Laut merupakan sumber kehidupan bagi banyak orang yang tinggal di sisinya. Laut juga merupakan ladang yang harus ditaklukkan dan pintu gerbang menuju ladang lain. Artinya, laut merupakan satu- satunya jalan yang harus ditempuh bagi para penduduk di negara kepulauan.

Kita ingat di abad 15 para pedagang Eropa berdagang dengan berlayar menuju bagian dunia yang belum pernah ditaklukkan sebelumnya. Malaka, Aceh, Sunda Kelapa, dan Demak, semuanya menjadi pusat perdagangan dunia. Hasilnya, tidak hanya perdagangan yang terlaksana, namun pendidikan, diplomasi, ilmu pengetahuan, tersebar hingga ke seluruh dunia melalui perjalanan via lautan. Saat ini, lautan lebih banyak menjadi ladang ekonomi dan wisata, karena adanya alat- alat transportasi lain.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia harus dapat memanfaatkan laut seperti yang sudah terjadi di zaman dahulu. Gunakan laut untuk menjelajah, menyebarkan ilmu dan melakukan kegiatan ekonomi. Bagi belasan ribu pulau yang tersebar, jelaslah bahwa hanya perjalanan laut yang dapat mengakomodasi para penduduknya untuk mencari informasi dan mengembangkan daerahnya. Tentunya hal ini memerlukan dukungan dari seluruh pihak.

Belakangan ini memang ada wilayah lautan Indonesia yang tidak terkelola dengan baik, sehingga rawan untuk berpindah tangan ke pihak maupun negara lain. Oleh karena itu, sebagai negara maritim, Indonesia harus mulai kembali melaut.  Seperti lagu “Nenek Moyangku Seorang Pelaut”, mengarungi lautan menjadi hal yang biasa, sehingga laut yang mengelilingi negara ini dapat menjadi sumber kehidupan bagi seluruh warganya.  Lautan dimanfaatkan dengan baik, sehingga perdagangan, ilmu pengetahuan, dan diplomasi turut berkembang untuk memajukan negeri ini.

SHARE
Previous articleRegulasi ala Kerajaan Majapahit
Next articleLaut itu Hati Saya
Lydia Utami
Lydia Utami Setyorini, lahir di Bandung 16 Maret 1991. Saat ini sedang menempuh studi di Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung. Kegiatan lainnya, belajar musik dan bahasa. Motto, “He who has not tasted bitter, knows not what sweet is.”