Bangkit Dengan Integritas

Bangkit Dengan Integritas

805
0
5 Flares Twitter 0 Facebook 5 Google+ 0 Pin It Share 0 Email -- Filament.io 5 Flares ×

Teriakan dan ajakan untuk memiliki integritas nampaknya sudah menjadi makanan sehari-hari ditengah menjamurnya korupsi. Namun, masih sedikit yang memahami definisi ‘integritas’. Pada dasarnya, integritas memiliki makna yang luas dan beragam. KBBI mendefinisikan integritas sebagai mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan.

Secara sederhana, integritas dapat dimaknai juga dengan adanya kesatuan atau konsistensi antara ucapan dan tindakan. Integritas akhirnya sering digunakan sebagai poin pertama dalam memilih seorang pemimpin. Seorang pemimpin yang berintegritas akan mendapatkan kepercayaan dari pengikutnya karena mampu menjaga konsistensi antara perkataan dan tindakan.

Pentingnya integritas dapat dilihat dari sebuah ungkapan: “When you are looking at the characteristics on how to build your personal life, first comes integrity; second, motivation; third, capacity; fourth, understanding; fifth, knowledge; and the last and least, experience.” Dengan kata lain, integritas merupakan karakter pertama yang mempengaruhi kualitas kehidupan seseorang dan kemudian diikuti dengan karakter lainnya sebagai pendukung.

Menyambut 107 tahun Kebangkitan Nasional, rasanya sangat penting untuk merefleksikan perjuangan di masa lalu, dan merencanakan apa yang harus kita lakukan di masa mendatang. Merefleksi ulang ke belakang, Kebangkitan Nasional diperingati setiap tanggal 20 Mei, tanggal berdirinya Boedi Oetomo di tahun 1908. Pendirian organisasi ini menjadi tonggak awal perjuangan nasionalisme Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan.

dr. Soetomo dan beberapa rekannya dari STOVIA (Sekolah Dokter Jawa) awalnya mendirikan Boedi Oetomo untuk bergerak di bidang sosial, ekonomi, dan kebudayaan. Belakangan, organisasi ini merambah dunia politik karena menginginkan perubahan dari penindasan dan penjajahan Belanda.

Program Culture Stelsel dan politik etis yang diterapkan Belanda saat itu dimanfaatkan oleh kaum priyayi untuk memperoleh pendidikan, yang akhirnya melahirkan kaum intelektual pribumi. Mereka yang kemudian menghadirkan pembaharuan dan kesadaran dalam mewujudkan cita-cita kebangsaan melalui pergerakan nasional tersebut. Sayangnya, tidak semua kalangan priyayi setuju dengan Boedi Oetomo. Mereka merasa keberadaan intelektual dalam Boedi Oetomo justru mengancam kedudukan mereka.

Boedi Oetomo merupakan wujud cita-cita yang tulus untuk mencapai kemerdekaan dan kesejahteraan Bangsa Indonesia. Mereka berjuang tanpa pamrih dan mengorbankan pikiran, tenaga, materi, bahkan nyawa. Integritas terhadap visi dan misi gerakanlah menjadi modal utama Boedi Oetomo membangkitkan semangat Bangsa Indonesia untuk merdeka.

Integritas telah membentuk Boedi Oetomo menjadi organisasi yang berpengaruh di masanya. Mereka menanamkan benih-benih perjuangan, hingga akhirnya Indonesia meraih kemerdekaan 37 tahun kemudian. Karena hal itu, pembentukan karakter yang berintegritas adalah hal terutama yang harus terus dipupuk.

Integritas harus diajarkan sejak dini dalam keluarga. Selain itu, lembaga pendidikan juga harus mengadopsi pembentukan karakter berintegritas seperti sekolah dan universitas. Organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan juga perlu memasukkan hal ini dalam pola pengaderannya, melalui pendidikan dan kompetensi yang disusun, untuk memastikan anggotanya memiliki integritas.

Refleksi ini harus ditransformasikan menjadi gerakan nyata dan kontekstual yang dilakukan oleh setiap orang, terutama para pemuda bangsa. Pemuda harus mampu menyuarakan gerakan integritas dan intoleransi terhadap korupsi-kolusi-nepotisme. Konsistensi pemuda untuk menegaskan integritas niscaya dapat membangkitkan semangat kebangkitan nasional masa kini.

SHARE
Previous articleTidak Surut Walau Sulit
Next articleBeri Aku Sepuluh Blogger
Ruth Sonya Octavia
Ruth Sonya Octavia lahir di Jakarta, 06 Oktober 1992 . Saat ini sedang menempuh pendidikan jurusan S1 Fakultas Hukum di Universitas Sumatera Utara. Hobby : - menulis, membaca, bercerita/ngobrol.