Politik Indonesia Butuh Restorasi Total

Politik Indonesia Butuh Restorasi Total

604
0
7 Flares Twitter 0 Facebook 7 Google+ 0 Pin It Share 0 Email -- Email to a friend 7 Flares ×

Maling dan anak mami, begitu label yang diberikan pria ini kepada para wakil rakyat yang kini duduk di kursi pemerintahan. Pria bernama lengkap Maruli Djaja Muliady ini menilai para wakil rakyat tersebut hanya ada dua jenis. Pertama, kelompok yang kerjanya mencuri uang rakyat. Kedua, yang terlalu nyaman sehingga tak berbuat apapun untuk rakyat.

Penilaian tersebut membuatnya menyimpulkan bahwa inilah masa titik nadir politik Indonesia yang membutuhkan restorasi total. Maka, Maruli mantap maju menjadi salah satu calon legislatif di pemilu tahun ini. Dengan mengunggulkan keterampilan, pengetahuan, dan kompetensinya, ia yakin mampu mengajak masyarakat untuk melaksanakan cita-cita proklamasi. Berikut kutipan wawancara redaksi dengan pria kelahiran Bandung, 2 Mei 1970 ini.

Apa pandangan Anda tentang dunia politik Indonesia saat ini?

Dunia Politik di Indonesia saat ini sangat mengkhawatirkan, dimana hampir struktur ketatanegaraan hampir tidak dapat dipercaya lagi.33_profil_2  Masyarakat yang notabene mesti menjadi perhatian dari penyelenggara negara menjadi terbengkalai karena sekarang berbalik sibuk memperhatikan sepak terjang para penyelenggara negara yang terlibat korupsi dan dekadensi moral.

Indonesia saat sekarang sedang mengalami kemunduran baik dari segi kesejahteraan maupun moralitas. Para politisi mempertontonkan kepada masyarakat bagaimana berdusta, mencuri dan melacur bukan lagi sesuatu yang aib. Jadi dunia politik Indonesia sedang dibawah titik nadir dan memerlukan restorasi secara total.

Menurut Anda, bagaimana sepak terjang para wakil rakyat selama ini?

Para wakil rakyat sekarang ini terbagi dalam beberapa kelompok, satu kelompok “maling” dan kedua, kelompok “anak mami”.  Yang pertama dengan segala kelihaiannya memperkaya diri dan mencuri uang rakyat dan sekaligus memposisikan sebagai orang tidak bersalah.  Kelompok “anak mami” ini menempatkan dirinya sebagai kelompok yang puas dengan posisinya sekarang ini tanpa terlihat upaya dan gerakan untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat.

Sampai saat ini di parlemen kita tidak melihat ada penggalangan gerakan dari para wakil rakyat yang benar dan jujur untuk menyelamatkan bangsa ini. Mereka semua tersandera oleh aturan fraksi dan partai, karena nasib mereka ada di dewan bergantung kepada arahan dan aturan partainya masing-masing.

Mengapa masyarakat memiliki pandangan buruk terhadap wakil rakyat?

Masyarakat memiliki pandangan buruk terhadap wakil rakyat karena saat ini tidak terlihat dari mereka melakukan fungsi-fungsi anggota dewan seperti budgeting, controlling dan legislasi yang berjuang untuk masyarakat banyak. Kelengkapan anggota dewan tersebut digunakan untuk memperkaya diri dan kelompoknya.

Mengapa Anda ingin maju menjadi wakil rakyat?

Saya maju menjadi wakil rakyat karena ingin memperjuangkan dan mengajak masyarakat untuk melaksanakan cita-cita proklamasi yang tertuang dalam konstitusi negara secara egaliter tanpa pembeda-bedaan. Bangsa kita memiliki Pancasila dan UUD 45 yang merupakan nilai-nilai kehidupan yang digali dari masyarakat Indonesia.

Sangat disayangkan jika ada orang atau sekelompok orang mencoba menggantikan Pancasila dengan pedoman atau pandangan lainnya. Sebagai wakil rakyat nantinya, tiga peran yang disandang anggota dewan dapat dimaksimalkan dan difungsikan untuk masyarakat.

Apa dasar yang menjadi pegangan Anda untuk maju menjadi wakil rakyat?

Dasar pegangan sebagai wakil rakyat adalah pertama, saya memiliki skill, knowledge, dan kompetensi ditambah dorongan masyarakat yang menghendaki perubahan dan menginginkan tampilnya orang-orang muda yang dapat dipercaya yang memiliki track record yang baik.

Kedua, saya memiliki panggilan untuk menjadi wakil bagi orang atau kelompok yang terpinggirkan, dinomorduakan, dan diasingkan oleh sistem yang ada sekarang.

Apa visi dan misi yang Anda tawarkan jika Anda menjadi wakil rakyat?

Visi saya adalah bangsa Indonesia sejahtera melalui banyaknya masyarakat yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi.

Partai apa yang Anda pilih? Mengapa?

Saya bergabung dengan partai Gerindra, karena di partai inilah yang memiliki satu satunya sayap Kristen.  Saya bergabung di sayap Gerindra yaitu KIRA – Kristen Indonesia Raya. KIRA merupakan gerakan yang akan memperjuangkan dan berjuang untuk umat Kristen dan Katolik.

Di daerah pemilihat (dapil) mana Anda terdaftar sebagai calon wakil rakyat? Mengapa Anda memilih daerah tersebut?

Saya terdaftar di daerah pemilihan Jawa Barat I Kotamadya Bandung & Cimahi dari Partai Gerindra dengan nomor urut 4.  Di dapil ini merupakan tempat lahir saya dan banyak  orang mengenal saya serta cocok untuk menjadi area perjuangan saya.

Apa indikator-indikator yang dapat mengukur tercapainya visi misi jika Anda menjadi wakil rakyat?

Indikator-indikatornya yaitu adanya perubahan pola pikir dan tindakan dari masyarakat konstituen, adanya peningkatan kelas menengah karena pendidikan yang mereka peroleh, kesejahteraan yang meningkat karena adanya sinergi antara saya sebagai anggota dewan dengan masyarakat melalui program yang dibuat bersama eksekutif.

Siapa politisi yang menjadi panutan Anda? Mengapa?

Saya tidak memiliki panutan, tetapi saya menyukai setiap orang yang berjuang untuk menghadirkan kesejahteraan, keadilan dan tegaknya kebenaran bagi semua orang.

Apa pendapat Anda tentang politik yang beretika? Bisakah politik beretika terwujud di negara ini?

Politik beretika semestinya dapat dijalankan oleh seluruh masyarakat, sehingga dengan penerapan politik beretika kehidupan masyarakat akan menghasilkan civil society yang beradab dan indah. Politik beretika dapat terwujud di Indonesia dengan syarat setiap warga negara mampu dan berjuang menerapkan nilai-nilai Pancasila dan Konstitusi Negara secara jujur dan konsekuen.

 
Biodata:
 
Nama lengkap: Maruli Djaja Muliady  ST,MM
Tempat, tanggal lahir: Bandung, 2 Mei 1970
Nama Istri: dr. Fanny Rahardja, M.Sie

Pendidikan:

  1. SMA 9 Bandung
  2. S1 Program Studi Teknologi Pangan-Universitas Pasundan Bandung
  3. S2 Manajemen Pemasaran-Universitas Katolik Parahyangan Bandung

Karir dan Organisasi:

  1. Ketua Perkumpulan Bumi Sangkuriang–Bandung
  2. Sekretaris Pimpinan Daerah Kristen Indonesia Raya (KIRA) sayap dari Partai Gerindra
  3. Anggota Dewan Pengawas Yayasan Kristen Kesejahteraan Mahasiswa Bandung
  4. Pendiri PT Arthadrill Adi Perkasa
  5. Pembicara seminar bidang manajemen dan kepemimpinan