Cara Mengoptimalkan Kerjasama Atasan dan Bawahan

Cara Mengoptimalkan Kerjasama Atasan dan Bawahan

2081
0
260 Flares Twitter 0 Facebook 260 Google+ 0 Pin It Share 0 Email -- Filament.io 260 Flares ×

Salah satu jenis perasaan manusia adalah ketakutan. Ketakutan tidak hanya terbatas pada kondisi yang mencekam dan figur yang menyeramkan belaka. Salah satu arti ketakutan menurut KBBI adalah keseganan. Keseganan seringkali dialami apabila kita harus berhadapan dengan figur yang lebih tua ataupun lebih berkuasa daripada kita, seperti atasan atau bos.

Persoalan klasik yang sering terjadi adalah ketika bos tidak melihat bahwa karyawannya seringkali takut untuk melakukan kesalahan dan kegagalan. Hal ini membuat karyawan menjadi kaku dan tidak kreatif. Bos pun tidak menyadari bahwa dengan membuat karyawan menjadi nyaman maka produktivitas dapat ditingkatkan. Bagaimana cara untuk membuat bos dan karyawan dapat bekerja sama dengan baik?

Kunci relasi yang baik adalah komunikasi. Komunikasi dengan bos dapat dilakukan dengan beberapa tips sehingga tidak menimbulkan kesan bahwa bos adalah penindas dan karyawan selalu hidup dalam ketakutan.

Pertama, perhatikan bagaimana bos anda sering berkomunikasi, apakah dengan telepon, e-mail, atau sms? Anda dapat menghubunginya melalui alat komunikasi yang paling nyaman digunakan. Perhatikan juga apakah bos adalah orang yang senang menjadwalkan kegiatannya ataupun sebaliknya.

Kedua, berbicaralah pada waktu yang tepat menurut kondisinya. Bicarakan hal yang penting dan detail ketika bos sedang tidak berada dalam kondisi yang sibuk ataupun menguras tenaga.

Ketiga, persiapkan diri dan berbicaralah dengan sopan, baik di acara formal maupun saat pembicaraan sekilas. Keempat, jangan lupa pertimbangkan cara pandang bos, yang harus memikirkan banyak karyawan dan kepentingan perusahaan, tentunya dengan porsi yang tepat

Bagaimana dengan para bos? Pengarang buku Jill Geisler memberikan beberapa tips agar bos bisa bekerjasama dengan baik bersama para karyawannya.

Menurutnya, ada tiga hal yang harus diingat para bos, yaitu berpikir strategis, kelola emosi dengan bijak, dan ingatlah untuk membantu orang lain menemukan potensinya.

Berpikir strategis akan membantu penggambaran tujuan-tujuan jangka panjang dan prioritas yang harus dilakukan. Emosi yang dikelola dengan baik dapat membantu tim mengatasi kelelahan, target, dan kebosanan. Membantu orang lain menemukan potensinya saat bekerjasama akan membantu tim untuk meningkatkan kinerjanya.

Bos dan karyawan tidak hadir bersama-sama untuk menjadi musuh. Keduanya hadir untuk dapat bekerjasama menghasilkan sesuatu yang baik.

SHARE
Previous articlePemimpin Yang Tidak Melayani
Next articleSi Tempat Curhat Necis dari Jatinangor
Lydia Utami
Lydia Utami Setyorini, lahir di Bandung 16 Maret 1991. Saat ini sedang menempuh studi di Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung. Kegiatan lainnya, belajar musik dan bahasa. Motto, “He who has not tasted bitter, knows not what sweet is.”