Cara dan Proses Bersaing yang Sehat

Cara dan Proses Bersaing yang Sehat

977
0
10 Flares Twitter 0 Facebook 10 Google+ 0 Pin It Share 0 Email -- Email to a friend 10 Flares ×

Untuk sebagian orang, terutama yang hidup di kota besar seperti Jakarta, persaingan bukan lagi hal yang asing. Karena sudah menjadi makanan sehari-hari. Misalnya, ketika harus berebutan naik ke bus yang sudah padat dengan penumpang. Sebagian lagi orang mungkin masih merasa ngeri karena kompetisi akan membuat orang lain kalah, atau malah menderita.

Rhenald Khasali dalam salah satu artikelnya yang berjudul “Mencetak Manusia Kompetitif” di salah satu surat kabar menjabarkan hasil penelitian Norman Triplett (1898) ketika beliau mengukur dampak kompetisi. Hasil penelitian tersebut menunjukkan, dari 100% populasi, hanya 50% orang yang bertambah semangat dalam persaingan tersebut, sedangkan sisanya tidak terpengaruh bahkan justru semakin tidak memiliki semangat.

Pilihan ada di tangan kita sendiri. Ingin menjadi bagian populasi yang mana? Ada beberapa hal yang ingin saya bagikan supaya kita tetap memiliki semangat dan daya saing:

Pengenalan Diri

Kita perlu mengenal siapa diri kita. Menemukan apa yang menjadi kekuatan kita untuk mengantisipasi/menyeimbangkan apa yang yang menjadi kelemahan kita. Fokus dalam pengembangan kekuatan yang dimiliki, dan berlatih secara terus-menerus secara konsisten dan disiplin (baca: PERAN PENDIDIKAN DALAM PENGENALAN KONSEP DIRI).

Proses ini akan menghasilkan apa yang disebut dengan competitive advantage atau uniqueness (keunikan) dari seorang individu. Keunikan ini sangat penting dalam menjaga nilai persaingan Anda dibandingkan dengan yang lain. Calon employer/employer, klien atau pun rekan bisnis Anda dapat melihat keunikan tersebut, dan bahkan sadar atau pun tidak sadar keunikan Anda tersebut yang mampu mempertahankan hubungan kerjasama Anda dengan mereka.

Perubahan (Change)

Dalam kehidupan yang sangat dinamis seperti sekarang, perubahan adalah suatu keharusan apalagi jika kita ingin bertahan hidup maka kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan sekitar sangat dibutuhkan. Perubahan akan memaksa kita untuk bertumbuh, dan pertumbuhan tersebut merupakan indikator kalau kita memiliki kehidupan. Dan, dalam konteks persaingan, perubahan pun akan menjadi hal yang wajar kita alami dalam kehidupan sehari-hari supaya dapat bertahan hidup atau bahkan menjadi pemenang.

Saya pernah membaca buku “Who Moved My Cheese?” karangan Spencer Johnson (1999). Buku ini menceritakan bagaimana perubahan akan selalu terjadi di sekitar kita, dan untuk menghadapi perubahan tersebut kita pun harus mampu memiliki pikiran yang terbuka dengan perubahan tersebut dan tidak terjebak dengan kesuksesan masa lalu.

Sikap positif dibarengi dengan pemikiran yang sederhana dan melihat ke depan dengan tetap berusaha merupakan kunci yang akan membuat kita bertumbuh, sebagai bukti keberhasilan kita dalam menghadapi perubahan.

Coopetition rather than competition

Konsep Coopetition sendiri sudah diperkenalkan sejak tahun 1913, dan kemudian dilanjutkan oleh John Forbes Nash, seorang ahil matematika yang kisah hidupnya di filmkan dalam A Beautiful Mind (2011).

Implementasi dari Coopetition tersebut dapat dilihat dalam salah satu karyanya yaitu Game Theory. Secara harafiah Coopetition berarti bersaing sambil bekerjasama. Persaingan ini didasari dengan  semangat dan cara yang positif, dan bahkan dalam persaingan itu sendiri pun kita sebenarnya mampu mengembangkan pesaing kita sambil mendapatkan pelajaran yang berharga dari mereka. Dan, tentunya dalam konsep persaingan seperti ini, hasil yang di dapatkan untuk pihak-pihak yang terkait bisa optimal.

Coopetition ini pun tanpa disadari pernah dilakukan oleh kita, misal dalam konteks mencari kerja. Sebagian besar dari kita pasti pernah ataupun sedang tergabung dalam milis-milis tertentu (misal: milis kampus) dimana salah satu informasi yang dibagikan adalah tentang lowongan pekerjaan. Di sini tidak sedikit para anggota milis akan membagikan proses atau tahapan apa saja yang akan dilalui, bahkan sampai memberikan tips dan trik untuk melalui setiap tahapan dari proses rekrutmen tersebut.

Persaingan bukan sekedar kalah atau menang dalam mencapai hasil yang kita inginkan, baik dalam hal mendapatkan pekerjaan yang baik, memiliki karir yang bagus maupun memperbanyak bisnis.

Mengalami proses dengan cara yang sehat dan positif tidak kalah pentingnya untuk meningkatkan daya saing seseorang, dan percaya atau tidak bukan hasil berupa materi ataupun pekerjaan saja yang akan didapatkan tetapi juga mengalami pertumbuhan mental (kedewasaan) yang positif.

SHARE
Previous articleMajapahit Peduli Warga Cimenyan
Next articleAgronomy Fair 2013
Albert Tommy
Saat ini bekerja di salah satu perusahaan swasta ternama di Jakarta. Bidang yang diminati: Marketing, Human Resources, Organization Development. Quote favorit, “Don’t work for a person. Do work for yourself and for God for the value you should fight for.” – Kornel M. Sihombing