Pendidikan Gerbang Masa Depan

Pendidikan Gerbang Masa Depan

537
0
8 Flares Twitter 0 Facebook 8 Google+ 0 Pin It Share 0 Email -- Email to a friend 8 Flares ×

Katanya, pendidikan adalah gerbang menuju masa depan. Apakah berarti apabila kita tidak berpendidikan maka gerbang menuju masa depan tersebut otomatis tertutup? Apa pula yang dimaksud dengan berpendidikan? Dan apa hubungannya dengan masa depan kita? Untuk kali ini saya tidak akan membahas terlalu mendalam dan panjang karena rubrik dunia kerja ini merupakan rubrik berseri. Anda akan menemukan jawabannya jika mengikuti setiap tulisan di setiap edisi yang kami terbitkan.

Apa itu pendidikan? Sebagian besar dari kita mungkin  langsung berpikir pendidikan adalah sekolah; tempat kita belajar banyak hal, dari berbagai mata pelajaran, mengikuti ujian semesteran dan mendapatkan nilai; biasanya kita menyebu nya dengan pendidikan formal. Ada pula bentuk lain yang dinamakan dengan pendidikan informal; ilmu atau pelajaran yang kita dapatkan selain dari sekolah seperti tempat kursus.

Pendidikan merupakan fondasi yang penting dalam bergerak dan bertumbuh; mencapai cita-cita, bahkan visi kehidupan kita. Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Merriam – Webster Dictionary menunjukkan ada persamaan kata yang cukup konsisten di antara keduanya, yaitu proses yang merujuk kepada perubahan. Apa yang diubah? Yang pasti adalah sikap dan tingkah laku, kalau dilihat dari terjemahan bahasa inggris, pendidikan adalah proses pengembangan bukan hanya secara kemampuan, tetapi juga secara moral, mental dan estetika.

Dalam konteks ini ternyata pendidikan memainkan peranan penting dalam kehidupan seseorang. Kita bisa membayangkan apa jadinya kita tanpa pendidikan atau tidak berpendidikan. Tidak berpendidikan bukan hanya berarti Anda dan saya tidak dapat bekerja atau memiliki pekerjaan, tetapi secara prinsip Anda dan saya tidak menjadi manusia yang berkembang ataupun bertumbuh, atau bisa jadi kita hanya bertumbuh di salah satu aspek tertentu saja. Atau dengan kata lain, kita bisa saja sangat ahli dalam bidang tertentu karena menekuni bidang tersebut, tetapi kita tidak berkembang dari aspek mental maupun moral.

Negara kita menjamin setiap warga negaranya untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan seharusnya, walaupun implementasi di lapangan tidak seindah dengan apa yang dituliskan. Walaupun begitu kita harus menyadari bahwa kita memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup kita sebagai seorang manusia.

Tidak sedikit kita mendengar ataupun membaca orang-orang yang berhasil mendapatkan pendidikan, bukan karena mereka berhasil menamatkan pendidikan formal mereka di sekolah (karena di drop out), tetapi mereka justru berhasil mendapatkan pendidikan itu sendiri dengan semangat juang yang mereka miliki. Sebut saja mereka ini adalah Bill Gates atau almarhum Steve Jobs, atau bahkan orang tua kita sendiri yang mampu belajar dari orang tua mereka dan dari lingkungan di mana mereka berada.

Saya yakin pendidikan itu sendiri akan meningkatkan kualitas hidup kita. Peningkatan tersebut bukan hanya diukur dari sisi materi yang didapatkan melalui pekerjaan yang bonafide, profesi yang bergengsi ataupun sukses menjadi pengusaha. Tetapi yang lebih penting adalah melalui pendidikan kita juga bisa berkontribusi kepada lingkungan di mana kita berada, dan tentunya juga tidak berusaha merugikan orang lain atau mengambil keuntungan dari kesusahan orang lain.

Anda pasti pernah dan sering mendengar kalimat “Gapailah pendidikanmu setinggi mungkin”. Kalimat ini sebenarnya merujuk kepada kemauan kita untuk belajar sebanyak mungkin untuk menjadi manusia yang berpendidikan. Sekarang pilihan ada di tangan kita, apakah kita mau menjadi manusia terdidik atau tidak, demi mencapai masa depan yang ingin kita raih.

SHARE
Previous articleKebangkitan yang Mendidik dan Memerdekakan
Next articleMelihat Realitas di Timur Indonesia, Papua
Albert Tommy
Saat ini bekerja di salah satu perusahaan swasta ternama di Jakarta. Bidang yang diminati: Marketing, Human Resources, Organization Development. Quote favorit, “Don’t work for a person. Do work for yourself and for God for the value you should fight for.” – Kornel M. Sihombing