Nasib Pemuda Bergaya Hidup Sederhana

Nasib Pemuda Bergaya Hidup Sederhana

1015
0
6 Flares Twitter 0 Facebook 6 Google+ 0 Pin It Share 0 Email -- Filament.io 6 Flares ×

Berikut adalah percakapan sekelompok mahasiswa di kantin kampus:

Adel    : “Cieee Bella.. Punya ipad baru ni sekarang..”
Bella   : “Yoiii.. Kan nggak boleh sampai ketinggalan zaman dong, Del..”
Celine  : “Ipad berapa tuh Bel? 2 apa 3?”
Bella   : “Hushh.. Sembarangan loe Line.. Ipad 4 ini.. Masa sih loe nggak bisa bedain..”
Adel    : “Ipad 4? Nggak salah Bel.. Kan ipad 4 belum keluar di Indonesia.”
Bella   : “Yupp.. Ini ipad 4.. Justru karena belum keluar di Indonesia, makanya kemarin gue titip beli sama temen gue yang di luar negeri. Mumpung di Indonesia belum banyak yang punya. Jadi kan gue bisa jadi trendsetter tuh..”
Celine  : “Buset dehhh… Terus ipad mini loe dikemanain? Dijual terus dituker tambah sama si ipad 4 ini?”
Bella   : “Ada tuh si mini di rumah.. Nganggur..”
Adel    : “Sayang banget dong si mini? Kan loe belum lama juga belinya..”
Bella   : “Haha.. Belum setengah tahun sih umurnya si mini itu. Tapi mau gimana, gue uda demen banget sama si ipad 4 ini.”
Celine  : “Gile loe Bel.. Belanja gadget mulu deh..”
Bella   : “Haha.. Weekend besok gue malah rencana mau beli si Iphone 5 loh..”
 

Percakapan di atas adalah salah satu contoh dari pola hidup masyarakat dan mahasiswa pada khususnya di masa sekarang. Hobi belanja atau lebih dikenal dengan istilah perilaku konsumtif sudah menjadi hal yang sangat biasa dalam keseharian.

Sebenarnya apa arti dari perilaku konsumtif itu sendiri? Menurut Lubis (Sumartono, 2002), adalah perilaku yang tidak lagi berdasar pada pertimbangan rasional, melainkan karena adanya keinginan yang sudah mencapai taraf yang sudah tidak rasional.

Selain itu, menurut Barry (1994), merupakan pemakaian (pembelian) atau pengonsumsian barang-barang yang sifatnya karena tuntutan gengsi semata dan bukan menurut tuntutan kebutuhan yang dipentingkan.

Dari definisi tersebut dapat kita lihat kalau perilaku konsumtif itu dikarenakan kita membeli suatu barang karena keinginan kita semata (WANTS) dan bukan karena barang tersebut kita butuhkan (NEEDS). Perilaku konsumtif ini juga dipicu oleh iklan yang semakin “gila-gilaan” baik lewat media cetak, elektronik maupun media sosial.

Akan sangat berbahaya jika kita membeli barang-barang hanya karena keinginan semata. Pengeluaran kita akan membengkak dan pada akhirnya tidak ada yang bisa kita tabung. Kemudian jika ada pengeluaran yang mendesak justru malah akan membuat kita kalang kabut.

Sebagai mahasiswa, kebutuhan kita pastinya cukup banyak dari mulai biaya transportasi sampai dengan uang buku dan biaya semesteran. Sebagian besar dari kita, semua biaya tersebut masih disokong sepenuhnya oleh orang tua. Bahkan juga untuk belanja pun masih disokong sepenuhnya oleh orang tua.

Pernakah terlintas dalam pikiran kita untuk mencari uang walaupun masih dalam status mahasiswa? Misalkan dengan memberikan les ataupun usaha online shop yang sedang marak sekarang. Jika kita sudah pernah merasakan bagaimana sulitnya mencari uang, biasanya kita akan semakin bijaksana dalam melakukan pengeluaran.

Kita akan semakin bisa membedakan mana kebutuhan-kebutuhan yang kita perlukan (NEEDS) dan mana yang sekedar kita inginkan (WANTS). Kita juga harus bisa merubah mindset kita. Jangan berpikir agar bisa diterima di pergaulan maka kita harus bisa tampil fashionable, harus punya gadget terbaru dan tercanggih dan juga harus mempunyai barang-barang branded. Jika lingkungan pergaulan kita menerima kita hanya karena hal-hal tersebut, maka kita harus mengevaluasi kembali sudah benarkah kita dalam memilih teman bergaul?

Jika dari sekarang kita sudah terbiasa dalam me-manage pengeluaran kita, maka nantinya hidup akan terasa lebih mudah. Mengapa? Orang-orang dengan perilaku konsumtif akan melakukan segala cara untuk bisa mendapatkan apa yang diinginkan. Sekalipun tidak memiliki uang, akan mencoba meminjam dan sebagainya agar sesuatu yang diinginkan bisa didapatkan. Ini dapat membuka peluang terjadinya terlilit hutang sedangkan jika sudah terbiasa hidup apa adanya pasti tidak akan merasakan hal ini.

Yukk.. Mari kita biasakan hidup sederhana dan apa adanya.